Mengenal Pohon Baobab atau Asam Buto, Tanaman Raksasa Asal Afrika

POHON BAOBAB

Pohon Baobab di Alam Liar
Pohon Baobab Liar di Hutan Madagaskar

Pohon Baobab, Kaki Gajah,  atau yang bernama Ilmiah Adansonia digitata  L. Secara lokal disebut juga Asem Buto. Merupakan tanaman dari keluarga Malvaceae. Tinggi  pohon baobab bisa mencapai 25 m, dengan diameter batang 10 m. Batang yang bengkak dan berbentuk guci pada akhirnya akan menjadi sangat lebar, seringkali melebihi diameter tajuknya. 

Batang dari Pohon Baobab dapat  menyimpan air di dalam batangnya sebanyak 120 liter untuk bertahan dalam kondisi kering yang panjang dan adalah pohon serba guna dengan jangkauan yang sangat luas digunakan untuk masyarakat setempat. Ada bukti bahwa buah baobab telah dijual di pasar Mesir lebih dari 4.500 tahun yang lalu. Pohon ini banyak tersebar di Afrika Tropis - Mauritania ke Sudan, selatan ke Angola, Tanzania hingga Australia sedangkan Penyebarannya ke Indonesia diperkirakan masuk melalui perdagangan jalur laut oleh para pedagang Timur Tengah.


KARAKTER POHON BAOBAB


Buah Pohon Baobab
Buah Pohon Baobab


Pohon Baobab merupakan Pohon yang sangat penting dan serbaguna bagi kehidupan, terutama di kawasan padang savana di wilayah Afrika. Daging buahnya yang putih, berserbuk, dan kering dapat dimakan dan ditemukan dalam buah yang matang sangat kaya akan vitamin C dan B2 dan untuk bahan membuat minuman yang menyegarkan. Sedangkan biji dari pohon baobab biasanya disangrai untuk pengganti kopi selain itu Bijinya juga mengandung cukup banyak asam tartarat dan kalium bitar dan menyegarkan untuk dihisap, dan jika direndam dalam air bisa dibuat minuman yang enak. 

  • Kulit kayu dari Pohon Baobab digunakan dalam mandi uap untuk menenangkan orang menggigil dan demam tinggi, selain itu Kulit kayunya direbus dan diminum sebagai obat sakit bagi tubuh seperti pilek dan influenza. 

Selain digunakan sebagai obat kulit kayu Baobab juga dapat dimanfaatkan sebagai Tali, kulit kayunya beregenerasi dan dapat dikupas lagi beberapa tahun kemudian. Ini digunakan untuk membuat tali pengikat yang sangat baik, tali pengikat, tikar, jerat dan tali pancing, kain serat, alat musik tali pengikat, pegas tempat tidur dan tali busur. Dan masih banyak lagi manfaat dari Pohon Baobab ini salah satunya Pohon Hias atau peneduh yang sering ditanam di Indonesia. 

Buah Pohon Baobab
Buah dan Biji Baobab


CARA BUDIDAYA POHON BAOBAB

Untuk budidaya Pohon Baobab bisa dilakukan dengan cara Generatif atau memalui biji benih. Persentase berkecambahan biasanya 90-100% dan membutuhkan waktu 1-3 bulan pada suhu 21°C. Perkecambahan bisa lebih cepat dan berhasil jika biji disiram air mendidih terlebih dahulu, setelah itu dibiarkan terendam selama 24 jam. Merendam dalam air semalaman akan melembutkan kulit biji dan mempermudah penyerapan air untuk perkecambahan. Ketika kulit biji dicabut, mungkin hanya perlu 6 hari untuk berkecambah meskipun kemungkinan besar bisa 15 - 40 hari. 

 Saat bibit Baobab mulai tumbuh, yang terbaik adalah menaunginya selama 8 hari, kemudian memberikan setengah naungan selama 4 - 7 hari sebelum menempatkanya di bawah sinar matahari penuh. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url