Pohon Pelangi atau Rainbow Eucalyptus, Tumbuhan Saudara Kayu Putih Yang Unik

POHON PELANGI


Pohon Pelangi di Alam Liar
 Pohon Pelangi di Hutan Tropis

Pohon Pelangi atau Rainbow Eucalyptus atau dalam bahasa latinya Eucalyptus Deglupta adalah merupakan pohon besar yang tumbuh cepat dari keluarga Myrtaceae yang juga masih kerabat dekat dengan Kayu Putih. Pohon Pelangi dapat tumbuh setinggi 35 - 60 meter, dengan spesimen sesekali mencapai 75 meter. Batang pohonya berdiameter bisa sampai 240cm, umumnya dalam bentuk yang baik, mencakup 50 - 70% dari total tinggi pohon, kadang dengan penopang setinggi 3 - 4 meter.

 Pohon tersebut dieksploitasi secara luas untuk mendapatkan kayunya yang diperdagangkan secara internasional. sebagai satu-satunya spesies Eucalyptus yang tumbuh di hutan hujan lembab, spesies ini sekarang banyak ditanam di seluruh daerah tropis basah di dunia Karena kulit kayunya yang sangat menarik dan juga pertumbuhanya yang cepat, spesies ini sering ditanam sebagai pohon hias. Pohon Pelangi banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, Indonesia bagian utara, Filipina dan Papua New Guinea. 

KARAKTER POHON PELANGI


Eucalyptus Deglupta
Daun Pohon Pelangi

Pohon Pelangi sendiri merupakan satu-satunya spesies dari Eucalyptus yang beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan habitat hutan hujan pegunungan rendah di daerah tropis yang lembab. Pohon Pelangi ditemukan pada ketinggian sampai 1.800mdpl di daerah di mana suhu tahunan rata-rata berkisar antara 23 - 31 ° c dan curah hujan tahunan rata-rata 2.500 - 5.000 mm serta Membutuhkan posisi cerah. Pertumbuhan yang baik terjadi pada struktur tanah lempung aluvial berpasir yang dalam dan berdrainase baik, dengan kelembaban tanah yang memadai. 

 Pembungaan dapat terjadi dalam tahun pertama tetapi lebih sering terjadi setelah 2 tahun atau setiap tahun setelahnya. Pohon Pelangi mampu mencegah tanah yang terkikis oleh tanah longsor dan areal yang baru terjadi aktivitas vulkanik. Minyak atsiri dari  tanaman ini telah dikarakterisasi namun muncul dalam jumlah kecil (0,2% berat kering pada daun) sehingga tidak terlalu dibutuhkan secara komersial. 

KEGUNAAN POHON PELANGI

Bunga Pohon pelangi
Bunga Pohon pelangi
Inti kayunya bervariasi mulai dari merah muda, coklat muda, sampai coklat merah tua gubalnya berwarna keputihan, tidak terlalu jelas dari inti kayunya. Kayu dari Pohon Pelangi ini dinilai memiliki kekuatan sedang tetapi tidak tahan lama. Kayunya berguna untuk furnitur, moulding, lantai, kayu konstruksi, pembuatan kapal, veneer dan kayu lapis, kadang dalam batas tertentu juga untuk kayu bakar dan arang. Namun, biasanya dianggap terlalu berharga untuk kayu bakar. Pohon berumur lebih dari 15 tahun menghasilkan arang yang berkualitas baik. 

Bahaya!!! 

Citronellal, minyak esensial yang ditemukan di sebagian besar spesies Eucalyptus dilaporkan bersifat mutagenik bila digunakan dalam isolasi. Dalam dosis besar, minyak kayu putih, seperti banyak minyak esensial lainnya telah menyebabkan kematian akibat iritasi usus, Kematian dilaporkan dari konsumsi 4 - 24 ml minyak esensial, Gejalanya meliputi rasa terbakar dan iritasi gastroenterika, mual, muntah, diare, kekurangan oksigen` lemas, pusing, pingsan, sulit bernapas, mengigau, kelumpuhan, kejang, dan kematian, biasanya karena gagal napas. 




Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url