Tumbuhan Bambu Hitam atau Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea)

 BAMBU HITAM ATAU BAMBU WULUNG

Tumbuhan Bambu hitam
Tumbuhan Bambu hitam

Bambu hitam atau Bambu Wulung atau Dalam bahasa Inggris disebut Black Bamboo adalah jenis bambu yang bernama Latin Gigantochloa atroviolacea yang merupakan tumbuhan dari keluarga Poaceae, tanaman ini selalu hijau, membentuk rumpun yang tumbuh dengan tinggi 8 - 12 meter. Batang kayu tegak, berdinding tebal, berdiameter 6 - 8 cm di bagian pangkal dengan panjang ruas 30 - 50 cm.

Tanaman Bambu Hitam dibudidayakan secara luas dalam skala kecil di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan kadang-kadang telah diperkenalkan di tempat lain di Indonesia (seperti Sumatera Selatan), di luar Indonesia umumnya hanya ditanam di kebun raya, Batang, dan barang-barang yang dibuat darinya, dijual di pasar lokal, sementara ada juga ekspor furnitur yang dibuat dengan batangnya.

KARAKTER TANAMAN BAMBU HITAM

Tanaman Bambu hitam di Alam liar
Tanaman Bambu hitam di Alam liar


Bambu hitam atau Gigantochloa atroviolacea Tumbuh baik di dataran rendah tropis lembab, dengan curah hujan tahunan 1.500 - 3.700 mm, kelembaban relatif lebih dari 70% dan suhu rata-rata 20 - 32 ° c. Di Jawa sebagian besar terjadi pada latosol merah dan coklat kemerahan dan tanah laterit, tetapi lebih menyukai tanah kapur yang lebih kering. Di daerah kering warna keunguan pada batang lebih menonjol. Ini merupakan jenis Bambu yang tumbuh lambat, biasanya hanya 1 - 2 pucuk muda yang muncul dari rimpang di pangkal batang tua sehingga rumpun biasanya lebih kecil dibandingkan bambu lainnya. Akan tetapi, tercatat bahwa 2 tahun setelah tanam 15 batang dapat tumbuh.

Bambu memiliki metode pertumbuhan yang menarik. Setiap tanaman menghasilkan sejumlah batang baru setiap tahun, batang ini tumbuh mencapai ketinggian maksimumnya pada tahun pertama pertumbuhannya, pertumbuhan selanjutnya pada batang dibatasi pada produksi cabang samping dan daun baru. Dalam kasus beberapa spesies tropis dewasa, batang baru bisa mencapai tinggi 30 meter, dengan pertambahan tinggi harian 30 cm atau lebih selama waktu pertumbuhan puncaknya. Ini menjadikan mereka beberapa spesies dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Batang Bambu hitam, mencapai panjang maksimalnya dalam waktu 5 bulan. Tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 9 cm per hari. Ukuran batang meningkat seiring dengan usia rumpun; tinggi rata-rata adalah 3 meter pada tahun pertama setelah tanam, 6,4 meter pada tahun kedua dan 9,3 meter pada tahun ketiga; diameter rata-rata meningkat dari 2,2 cm pada tahun pertama, 5,5 cm pada tahun ke-2, menjadi 7,6 cm pada tahun ke-3 setelah tanam.

Panen Bambu dapat dimulai ketika 4 - 5 tahun setelah tanam. Dianjurkan untuk memanen hanya pada musim kemarau. Hasil rata-rata rumpun dewasa diperkirakan 20 batang per 3 tahun (atau dengan 200 rumpun per ha, sekitar 4000 batang per ha setiap 3 tahun). Secara tradisional, batang yang dipanen direndam dalam air mengalir atau tergenang selama 15 - 30 hari dan kemudian dikeringkan dengan udara. Pengawetan bahan kimia dapat dilakukan dengan merendam batang dalam larutan boraks 5% selama 3 hari. Penetrasi di dinding batang utuh sekitar 50% untuk boraks.

Percabangan dimulai dengan pembentukan beberapa cabang yang belum sempurna di simpul pertama dari bawah. Kemudian percabangan berlanjut pada sekitar simpul ke-10 dari atas, diikuti oleh dua simpul berikutnya ke bawah, dan kemudian pengembangan berlanjut baik ke atas maupun ke bawah batang dari area ini sampai cabang-cabang telah dihasilkan dari semua simpul yang terletak lebih tinggi dari 2 - 3 meter dari batang pohon. tanah. Bambu pada umumnya biasanya monokarpik, hidup bertahun-tahun sebelum berbunga, kemudian berbunga dan berbiji banyak selama 1 - 3 tahun sebelum biasanya mati.

MANFAAT DAN KEGUNAAN TUMBUHAN BAMBU HITAM

Penggolahan Bambu hitam
Penggolahan Bambu hitam

  • Tunas muda Bambu hitam bisa dimakan, warnanya biasanya berubah menjadi kuning-merah muda setelah dimasak.
  • Batang Bambu hitam atau Bambu Wulung yang tipis memiliki keistimewaan sehingga cocok untuk pembuatan alat musik bambu yang terkenal seperti angklung, calung, gambang dan celempung. Di masa lalu batang hanya digunakan untuk tujuan musik, tetapi batang berwarna kehitaman yang aneh kini juga menarik perhatian industri kerajinan tangan dan furnitur, sehingga saat ini sebagian besar batang menghilang ke industri ini, sehingga menyebabkan kekurangan bahan untuk membuat alat-alat musik.

BUDIDAYA BAMBU HITAM

Spesies Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolacea) hanya diperbanyak secara vegetatif Stek rimpang atau batang. Dalam sebuah percobaan di Indonesia, stek batang umur satu tahun 1 angguk sepanjang 20 cm digunakan di persemaian yang terlindung dari hujan lebat. Tingkat kelangsungan hidup adalah 60%. Pemindahan ke lapangan dilakukan sekitar satu tahun kemudian atau saat tanaman tingginya sekitar 75 cm.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url