Mengenal Pohon Salam, Tanaman Untuk Penyedap Masakan

POHON SALAM

Tanaman Daun Salam
Tanaman Daun Salam
Syzygium polyanthum atau Tanaman Daun Salam atau Pohon Salam dalam bahasa inggris disebut Indian Bayleaf adalah pohon dari Family Myrtaceae dari Genus Syzygium yang berukuran sedang hingga besar dengan mahkota yang lebat, tingginya bisa mencapai 30 meter dengan Diameter batang bisa mencapai 60cm. Daunnya banyak digunakan di Indonesia sebagai penyedap makanan, sedangkan tanaman ini juga memasok buah yang bisa dimakan, obat, kayu dan pewarna.

 Pohon Salam banyak tumbuh di Jawa sebagai Pohon buah-buahan dan juga pohon pekarangan rumah yang umum. Produksi dan perdagangan lokal cukup besar karena, di Indonesia, daun muda dijual di hampir semua pasar lokal dan oleh pedagang pasar, sedangkan kulit kayunya banyak digunakan untuk keperluan pewarnaan. Pohon Salam tersebar di kawasan Tropis di berbagai Negara seperti Asia Tenggara - Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia.

KARAKTER POHON SALAM

Pohon Salam
Pohon Salam

Pohon Salam Tersebar luas dan umum secara lokal sebagai pohon tumbuhan di bawah hutan primer dan sekunder dataran rendah, juga di semak belukar, hutan bambu dan perkebunan jati pada ketinggian hingga 1.300 meter. Tanaman ini mungkin mulai berbunga ketika berumur 3 tahun. Pembungaan dan pembuahan berlangsung kurang lebih sepanjang tahun.

MANFAAT DAN KEGUNAAN TUMBUHAN SALAM

Buah muda Pohon Salam
Buah muda Pohon Salam

  • Buah matang bisa dimakan, meski sedikit astringen. Buahnya adalah beri berbiji tunggal, bulat kecil hingga bulat, berdiameter hingga 12 mm, dan berwarna merah tua hingga hitam keunguan ketika matang.
  • Daun segar dimakan sebagai sayuran, sedangkan daun kering berfungsi sebagai bumbu. Daun Salam berbau aromatik, segar atau kering, digunakan sebagai bumbu di banyak hidangan daging, ikan, nasi, dan sayuran di Asia Tenggara. Daun Salam biasanya ditambahkan lebih awal dan dibiarkan matang bersama hidangan, karena rasanya hanya berkembang secara bertahap. Daunnya dibuang sebelum hidangan disajikan. Daun dipanen dengan memangkas pohon atau dengan memotong ujung ranting.

KEGUNAAN OBAT

Daun Salam Kering
Daun Salam Kering

  1. Ekstrak daun dan kulit kayu digunakan sebagai obat untuk melawan diare.
  2. Daun, kulit kayu dan akar yang ditumbuk diaplikasikan sebagai tapal untuk mengatasi gatal.
  3. Daun salam kering mengandung sekitar 0,17% minyak esensial. Eugenol dan methyl chavicol adalah komponen penting. Ekstrak etanolik daun menunjukkan aktivitas antijamur dan antibakteri.

KEGUNAAN AGROFORESTRI

Pohon ini sering digunakan untuk penanaman di hutan tanaman (jati, pinus, kauri) untuk mengurangi pertumbuhan gulma yang berlebihan. Daun membusuk relatif lambat dan menghasilkan mulsa dalam jumlah besar.

KEGUNAAN LAINNYA

Kayu Pohon Salam
Kayu Pohon Salam

  • Kulit kayunya digunakan untuk penyamakan jaring ikan dan untuk mewarnai anyaman bambu berwarna coklat-merah (untuk lebih menghitamkan, anyaman selanjutnya direndam dalam lumpur).
  • Ekstrak metanol daun menunjukkan aktivitas nematisida yang kuat terhadap nematoda kayu pinus Bursaphelenchus xylophilus.
  • Kayu keras dengan bobot sedang hingga berat, digunakan untuk bangunan rumah dan furnitur.

BUDIDAYA POHON SALAM

Benih Salam harus disemai segar dari buahnya, di permukaan tanah yang gembur dan di bawah naungan. Biji Salam tidak boleh dikubur, karena ini sangat mengurangi persentase perkecambahan. Perkecambahan cepat, mulai 1 - 3 minggu setelah tanam, dan selesai setelah 5 - 12 minggu. Benih kehilangan viabilitasnya dengan sangat cepat dan setelah 4 - 6 minggu ia hampir tidak berkecambah. Bibit Pohon Salam liar dapat dikumpulkan dari bawah pohon dewasa, ia harus dipindahkan di persemaian sebelum ditanam.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url